Jutaan siswa di wilayah Kasmir yang dikelola India mulai memasuki sekolah untuk pertama kalinya, setelah diliburkan selama kurang lebih tujuh bulan. Pembukaan kembali sekolah-sekolah di Kashmir pada Senin lalu menandai berakhirnya ‘liburan’ panjang yang dimulai sejak Agustus 2019. Sekolah diliburkan ketika pemerinah India memberlakukan pembatasan komunikasi dan memperketat keamana di wilayah Kashmir.

Pada 5 Agustus 2019, pemerintah di New Delhi menghapuskan Pasal, yang memberikan status khusus pada wilayah kashmir. Pemerintah India kemudian memperketat keamanan, dan mencabut jaringan komunikasi serta internet untuk mencegah protes.

Sebelumnya, pemerintah tetap mengimbau agar para siswa kembali ke sekolah. Namun, suasana Kashmir yang tidak kondusif membuat para orang tua khawatir dengan keamanan anak-anak mereka di sekolah. Oleh karena itu, para orang tua tidak mengizinkan anak-anak mereka bersekolah dan lebih memilih untuk belajar secara mandiri di rumah. Selain membuka kembali sekolah, Kashimir juga telah mengembalikan jaringan telekomunikasi secara terbatas.

Petugas keamanan masih terus melakukan patroli di sejumlah jalan-jalan di Srinagar. Mereka mengenakan peralatan lengkap untuk mencegah aksi demonstrasi. Seorang pejabat senior pemerintah dengan syarat anonimitas mengatakan, pihaknya akan memastikan kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Republika/Adin)

%d blogger menyukai ini: