وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal yang soleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”  (QS. Fushshilat [41]: 33)

Semakin banyak seseorang mempromosikan kemaksiatannya, akan semakin bertambah kebodohan di masyarakat. Mereka mengganggap perkara bathil menjadi perkara yang haq, meruaknya kezholiman, serta mengerasnya hati seseorang. Ini membuktikan keterpurukan realita zaman saat ini.

Mengabaikan batasan-batasan Alloh subhanahu wa ta’ala tanpa sedikit pun memperdulikan akibat dari perbuatannya itu. Rasa kepatuhan terhadap perintah-perintah Robb-nya telah hilang. Ironisnya kerusakan umat saat ini dikarenakan tidak dapat merealisasikan kalimat Tauhid dalam kehidupan.

Oleh sebab itu, merupakan tugas besar bagi kaum Muslimin untuk kembali menyadarkan dan mengajak umat ini dalam mengkaji Islam yang benar dengan pendidikan dan dakwah. Hanya melalui dakwahlah cara yang ditempuh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam dan Nabi-nabi sebelumnya dalam mengajak umatnya untuk mengesakan Alloh subhanahu wa ta’ala.

Seperti sabda Nabi sholallohu alaihi wasallam :

“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, bila ia tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya. Dan bila ia tidak mampu juga, maka rubahlah dengan hatinya. Karena hal tersebut merupakan manifestasi keimanan yang paling rendah.” (HR. Muslim, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan an-Nasa’i)

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Maksudnya, hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyiapkan dirinya untuk mengemban perintah Alloh subhanahu wa ta’ala dalam mendakwahkan kebajikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran. Perintah ini merupakan kewajiban bagi setiap individu untuk berdakwah sesuai kemampuannya masing-masing.

Saudariku..!!

Tegakah engkau melihat saudari-saudari kita di luar sana melakukan kemaksiatan tanpa adanya rasa malu karena kebodohan mereka serta ketidakpahaman mereka terhadap agamanya? Sedangkan kita yang sudah mengerti akan pengetahuan agama, berdiam diri saja tanpa mempedulikan saudari kita yang tenggelam dalam lautan dosa dan kejahilan-kejahilan.

Wahai saudariku…

Ingatlah sabda Rosululloh sholallohu alaihi wasallam:

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. al-Bukhori)

Ya…, sampaikanlah!! Serulah saudari kita yang masih tenggelam dalam kemaksiatan untuk kembali kepada jalan yang Alloh ridhoi.

Alloh azza wa jalla berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-‘Imran [3]: 104)

Tumbuhkanlah rasa pedulimu untuk mengajak saudari kita kembali kepada Alloh. Karena tidak cukup hanya dengan doa, tanpa adanya tindakan nyata yang dilakukan untuk mengembalikan mereka dari keterpurukan ini menjadi masyarakat Robbani.

Sebagaimana pepatah orang bijak: “Berdoa tanpa tindakan, sama saja bohong. Sedangkan bertindak tanpa doa, maka itu adalah kesombongan.”

Jadi, haruslah ada keselarasan antara doa dan usaha untuk mengembalikan umat yang terkapar ini kepada jalan yang benar, yaitu jalan shirotulmustaqim, jalannya para nabi dan rosul dalam mengarungi kehidupan.

Saudariku kaum Muslimah..!!

Sekaranglah saatnya kita mulai mempersiapkan diri untuk mengembalikan umat ini ke jalan yang Alloh subhanahu wa ta’ala ridhoi. Apalah arti ilmu yang kita cari dan sekarang telah kita dapatkan, tetapi hanya untuk diri pribadi. Tidak terbesitkah di hati untuk memberikan sedikit ilmu yang dimiliki untuk orang lain?

Saudariku..!!

Bertakwalah kepada Alloh azza wa jalla dengan nikmat yang telah Alloh karuniakan kepada kalian. Sebarkanlah kebaikan, karena semakin banyak kebaikan yang engkau tebar, semakin besar pula pahala yang engkau dapat. Inilah jawaban yang selama ini hinggap di pikiran kita, ‘Kenapa kita harus berdakwah?’, maka jawabnya adalah untuk menyadarkan umat ini dari keterpurukan iman kepada jalan shirotulmustaqim. Tentunya semua ini atas izin Alloh subhanahu wa ta’ala.

Artikel: Gerimis