Rabu, 22 Jumadil Awwal 1437 H / 2 Maret 2016

JOMBANG – Pada Senin 29 Februari lalu, Jari sang Nabi Isa Palsu dari Jombang akhirnya bertobat. Bapak 2 anak itu beserta puluhan pengikutnya mengucapkan 2 kalimat syahadat dan membuat pernyataan untuk kembali kepada akidah Islam.

Prosesi pertobatan itu berlangsung di Masjid Sirothol Mustaqiim Ponpes Kahuripan Ash Shiroth, di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, yang merupakan tempat tinggal Jari.

Usai mendengar penjelasan MUI, Jari dan pengikutnya menyatakan menerima fatwa yang dikeluarkan MUI, pada Selasa 23 Februari lalu.

Disaksikan Ketua MUI Jombang, perwakilan Kemenag, Bakesbangpol, Kejari, serta Polres Jombang, Jari membuat surat pernyataan yang isinya kembali kepada akidah Islam.

Sebagaimana yang dilansir media lokal pada Senin 29 Februari lalu, Ketua MUI Jombang, Kiai Cholil Dahlan kepada wartawan mengatakan bahwa ia bersyukur Jari dan pengikutnya bisa menerima fatwa MUI. Serta mengakui kekeliruan yang selama ini dilakukan.

Proses pertobatan Jari dan pengikutnya itu diakhiri dengan pembacaan kalimat syahadat. Setelah itu, MUI dibantu polisi membongkar batu hitam yang berada di dalam masjid Jari. Batu besar itu diangkut ke kantor Kemenag Jombang.

{Adin/Salamfm/Arrahmah}

%d blogger menyukai ini: