Pemuda Hijrah – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, hendaknya kita jangan meremehkan berbuat baik sekecil apa pun walau hanya dengan senyum manis tatkala bertemu, begitu pula walau hanya membantu urusan saudara kita yang ringan.

Karena teladan yang mulia, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda di dalam sebuah haditsnya,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Sahabat hijrah, Kebaikan, walaupun sedikit tetap kebaikan yang dicatat di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebagai kebaikan. Lagi pula sahabat tentu sudah tidak asing dengan kata pepatah,’ sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,’ begitu juga dengan amal-amal baik kita, sekecil apa pun akan bernilai pahala, dan jika kebaikan-kebaikan yang kecil dan kita anggap remeh itu jika dilakukan dengan ikhlas pasti Alloh Ta’ala akan memberikan pahala yang berlipat, dan jika kita lakukan dengan terus menerus, maka pahalanya akan semakin besar.

Sebaliknya, banyak sekali orang yang meremehkan dosa karena dianggap dosa kecil yang mudah diampuni oleh Alloh Ta’ala, sahabat hijrah, ingatlah pepatah ulama salaf, jangan kau lihat dosamu yang remeh, tapi lihat kepada Dzat yang kau bermaksiat kepada-Nya.

Daripada melihat remehnya dosa, kita hendaknya melihat siapa Dzat yang kita durhakai, Alloh Ta’ala. Lagi pula ketika kita meremehkan dosa tersebut, maka berarti kita meremehkan Alloh Ta’ala. Naudzubillahi min dzalik.

Sahabat hijrah, berbuat baik itu bisa kita lakukan dalam bentuk apa pun, kapan pun dan dimana pun. Tidak perlu beramal dengan amal yang terlihat wah, jika kita tidak bisa menolong atau bersedekah dengan harta, maka kita bisa dengan tenaga, jika tidak bisa dengan tenaga, maka bisa dengan ide, jika tidak bisa, maka dengan doa. tak ada kata untuk tidak beramal. Karena Alloh Ta’ala membentangkan semua kesempatan kepada kita.

Sepertinya kita harus menghafal sebuah hadits yang diriwayatkan oleh dua Imam Hadits besar yakni Imam Bukhori dan Imam Muslim tentang kebaikan yang berbuah kebaikan. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

Siapa yang menolong saudaranya dalam memenuhi kebutuhannya, maka Alloh pun akan menolongnya dalam kebutuhannya.”

Ini janji Alloh Ta’ala untuk kita, dan Alloh Ta’ala mustahil menyalahi janji. Jika kita memberi kemudahan kepada orang lain, maka Alloh Ta’ala akan memudahkan urusan kita.

Kemudian sahabat hijrah, di dalam hadits yang lain Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا ، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

“Wahai para wanita muslimah!, Janganlah salah seorang di antara kalian meremehkan pemberian tetangganya walau pemberiannya hanyalah kaki kambing”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Walaupun hadits tersebut ditujukan kepada perempuan, tapi sejatinya nasihat itu untuk kita semua. kadang kita meremehkan pemberian orang lain hanya karena nilainya yang sepele. Padahal kita hendaknya menghargainya, karena sekecil apa pun pemberian, di sisi Alloh Ta’ala akan dicatat sebagai kebaikan.

Sahabat hijrah, salah satu bentuk kebaikan yang mudah kita kerjakan adalah dengan tersenyum. Ya, tersenyum. kita bisa tersenyum tanpa perlu energy yang besar, hanya perlu menarik ujung bibir kita, tidak perlu bayar dan tidak perlu modal, semudah membalikan telapak tangan. Jadi ketika bertemu saudara kita hendaklah dengan wajah yang tersenyum, bukan cemberut. Karena sikap seperti termasuk pula dalam memberikan kebahagiaan pada orang lain. Membuat orang lain bahagia adalah bagian dari kebaikan dan termasuk bentuk berbuat baik pada orang lain.

 Asalkan, senyum di sini benar penempatannya, dan benar tujuan asalnya, karena tidak semua jenis senyum itu berpahala, ada senyum ejekan dan senyum hinaan yang menyakitkan, ada juga senyum mesum yang berangkat dari birahi.

Kenapa kita diharuskan memperhatikan kebaikan sekecil apa pun?. karena sahabat kita tidak tahu amal mana yang diterima oleh Alloh Ta’ala. Boleh jadi karena amal yang kita anggap remeh itulah sebab dimasukannya kita ke dalam surga. atau boleh jadi juga, diantara amal-amal tersebut, amal kecil tersebut yang diterima di sisi Alloh Ta’ala.

Berkaitan hal itu, mari kita simak kisah menggugah dari seorang istri Khalifah di zaman dinasti Muawiyah.

Zubaidah istri Harun Ar-Rasyid mempunyai kebaikan yang sangat besar bagi umat. Beliau membuat aliran air yang sangat panjang untuk suplai air kepada jamaah haji di Mina. Sehingga terkenal dalam sejarah dengan sebutan Mata Air Zubaidah.

Disebut dalam tarikh Baghdadi, setelah beliau wafat, Imam Abdullah Ibnu al-Mubarok bertemu Zubaidah dalam mimpi. Ibnu Mubarok kemudian bertanya. “Apa yang telah Alloh perbuat untukmu?.”

Zubaidah menjawab,“Aku mendapatkan ampunan-Nya.”

Lalu ditanyakan kepadanya.“Apakah karena mata air untuk jamaah haji?.”

Beliau menjawab. “Wallohi tidak, bukan karena itu, tetapi karena dua rakaat di waktu malam yang tidak pernah aku tinggalkan.”

Dua rakaat di waktu malam!, Sungguh sesuatu yang tidak terduga.

Kita tidak tahu amalan mana yang mendatangkan ampunan Alloh. Maka, jangan remehkan kebaikan sekecil apapun, Lakukanlah kebaikan sekecil apapun itu. Lakukan di setiap kesempatan. Jika kita mampu melakukan kebaikan tersebut,maka lakukanlah!. Kita takkan merugi.Karena Kita tidak tahu amalan mana yang mendatangkan rahmat Alloh.

Sahabat hijrah, sebelum kita tutup pertemuan kita, marilah kita menyimak apa yang Alloh subhanahu wata’ala firmankan di dalam quran surat an-Nahl ayat 96.

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ

 “Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Alloh adalah kekal.”

Ingatlah sahabat, amalan kita kekal di sisi Alloh, bahkan nilainya lebih baik dari nilai emas, perak atau saldo yang tersimpan di rekening kita. walaupun itu hanya senyuman kepada teman atau mengambilkan barang yang jatuh milik teman.

Kemudian dilanjutkan di ayat selanjutnya,

 مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, semoga kita semua dimudahkan oleh Alloh Azza wa Jalla dalam melakukan kebaikan dimana pun dan kapanpun. Wallohu alam….. (red/admin)

%d blogger menyukai ini: