Meski Imarah Islam Afghanistan atau Taliban tegas membantah bertanggung jawab atas insiden bom Kabul pada Rabu (31/05/2017) yang lalu, Badan Intelijen Kabul tetap menyalahkan jaringan tersebut. Taliban kembali menegaskan bahwa tuduhan intelijen tidak berdasar.

Taliban berani menjamin bahwa tidak ada satupun anggotanya terlibat dalam tragedi itu. Terlebih- yang menjadi korban adalah kalangan sipil. Taliban menegaskan pihaknya berlepas diri atas pembunuhan terhadap masyarakat sipil.

Pemerintah Kabul dinilai sengaja memanfaatkan ledakan bom di Kabul sebagai ajang propaganda. Taliban menuturkan bahwa tuduhan tak mendasar itu sengaja dilontarkan untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah dalam mengungkap pelaku sesungguhnya.

Sebagaimana diketahui, ledakan bom menerjang komplek kedutaan asing di Kabul. Kepala rumah sakit di Kabul, Salim Rasouli mengatakan bahwa 80 orang tewas dan 461 lainnya telah dibawa ke rumah sakit kota. Namun setidaknya 10 orang lainnya diketahui hilang dan diyakini meninggal.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: