Tazkiyatun Nafs – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pada kesempatan kali ini, kita akan kembali melanjutkan pembahasan mengenai “Istighfar dan Taubat Termasuk Kunci Rezeki”.

Imam Al-Qurthubi Rohimahulloh menyebutkan dari Ibnu Shabih Rohimahulloh, bahwasanya ia berkata, “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi, maka beliau berkata kepadanya, “Ber-istighfarlah kepada Alloh!. Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, “Ber-istighfarlah kepada Alloh!. Yang lain lagi berkata kepadanya,“Do’akanlah aku kepada Alloh, agar Ia memberiku anak!, maka beliau mengatakan kepadanya,“Ber-istighfarlah kepada Alloh!. Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan pula kepadanya, ”Ber-istighfarlah kepada Alloh!”.

Dalam riwayat lain disebutkan, “Maka Ar-Robi’ bin Shabih Rohimahulloh berkata kepadanya,“Banyak orang yang mengadukan macam-macam perkara dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar. Maka Al-Hasan Al-Bashri Rohimahulloh menjawab,“Aku tidak mengatakan hal itu dari diri ku sendiri. Tetapi sungguh Alloh ‘Azza wa Jalla telah berfirman dalam Qur’an Surat Nuh ayat 10 sampai 12 (Artinya) “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada mu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untuk mu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai- sungai”.

Allohu Akbar! Betapa agung, betapa besar dan banyak buah dari istighfar.

Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman, di dalam Qur’an Surat Hud, yang menceritakan tentang seruan Nabi Hud ‘alaihissallam kepada kaumnya agar ber-istighfar,

Artinya, “Dan Hud berkata, Hai kaum ku, mohonlah ampun kepada Tuhan mu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atas mu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (QS. Hud : 11)

Al-Hafiz Ibnu Katsir Rohimahulloh dalam menafsirkan ayat yang mulia ini menyatakan, “Kemudian Nabi Hud ‘alaihissalam memerintahkan kaumnya untuk ber-istighfar yang dengannya dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan, kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yang akan mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Alloh akan memudahkan rezekinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya.

Ya Alloh, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadan-keadaan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan do’a. Aamiin,

Dalam ayat lain, Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman,

Artinya, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus-menerus kepada mu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat”. (QS. Hud 3)

Pada ayat yang mulia ini, terdapat janji-janji dari Alloh ‘Azza wa Jalla berupa kenikmatan yang baik kepada orang yang ber-istighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya, “Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepada mu”, sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah bin Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma adalah, ‘Ia akan menganugerahi rezeki dan kelapangan kepada kalian”.

Sedangkan Imam Al-Qurthubi Rohimahulloh dalam tafsirnya mengatakan, ”Inilah buah istighfar dan taubat. Yakni Alloh akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rezeki dan kemakmuran hidup, serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian”.

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi Rohimahulloh berkata, “Ayat yang mulia tersebut menunjukkan, bahwa ber-istighfar dan bertaubat kepada Alloh ‘Azza wa Jalla dari dosa-dosa, adalah sebab sehingga Alloh menganugerahkan kenikmatan yang baik kepada orang yang melakukannya sampai pada waktu yang ditentukan. Alloh ‘Azza wa Jalla memberikan balasan yang baik atas istighfar dan taubat itu dengan balasan berdasarkan syarat yang ditetapkan”.

Dalil lainnya bahwa istighfar dan taubat adalah di antara kunci-kunci rezeki, yaitu hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas rodhiyallohu ‘anhuma ia berkata, Rosululloh Shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda,

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Alloh, niscaya Alloh menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Alloh akan memberinya rezeki yang halal dari arah yang tidak disangka-sangka”. (Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam mengabarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetikoleh orang yang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Alloh Yang Maha Memberi rezeki, Yang Memiliki kekuatan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak diharapkan, serta tidak pernah terbetik dalam hatinya.

Oleh karena itu, kepada orang yang mengharapkan rezeki, hendaklah bersegera untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dan hendaknya setiap Muslim waspada!, sekali lagi hendaknya waspada!, dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan kita pada edisi kali ini, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya, semoga bermanfaat. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: