Israel menolak untuk berhenti menjual senjata ke Myanmar, meskipun negara itu terlibat dalam genosida, pembersihan etnis, pemerkosaan, penyiksaan dan pembantaian terhadap Muslim Rohingya.

Israel memiliki kesepakatan senjata yang menguntungkan dengan Myanmar yang mencakup lebih dari 100 tank, senjata dan kapal yang telah digunakan untuk mengamankan perbatasan negara tersebut dan melakukan banyak tindakan kekerasan terhadap Rohingya.

Sebuah petisi yang ditujukan kepada Pengadilan Tinggi Israel menyerukan penghentian perdagangan senjata dengan Myanmar. Pengacara pemohon, Eitay Mack dalam sidang tertutup yang panjang menjelaskan hubungan Israel dengan Myanmar.

Mack mencatat bahwa Uni Eropa dan Amerika Serikat telah memberlakukan embargo terhadap Myanmar. Ia mengatakan bahwa Israel adalah satu-satunya negara yang memasok senjata ke junta militer Myanmar.

Namun, pengacara negara Israel tidak terpengaruh oleh tekanan internasional yang terus meningkat. Menanggapi seruan embargo senjata, Shosh Shmueli, yang mewakili negara, mengatakan bahwa pengadilan tidak seharusnya mencampuri hubungan luar negeri Israel.

(kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: