Gaza, Palestina – Seorang penyelidik hak asasi manusia PBB mengatakan, Israel merampas akses ke pasokan air bersih jutaan warga Palestina. Mereka melakukannya  secara teratur dalam tindakan penjarahan.

Pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di wilayah Palestina, Michael Link mengungkapkan, Israel terus bergerak dengan ekspansi permukiman di Tepi Barat. Ada sekitar 20-25 ribu pemukim baru dalam setahun.

Dia berbicara kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Debatnya membuat delegasi Israel memboikotnya, karena dianggap prasangka yang terlalu mendalam.

Kemudian Israel menuduh Link sebagai kuasa hukum dari Palestina. Sekutu utama Israel, Amerika Serikat, keluar dari forum yang beranggotakan 47 negara itu tahun lalu, yang juga menuduhnya sebagai anti-Israel.

Sebuah rencana yang disponsori secara internasional senilai 567 juta dolar, telah disepakati untuk mengatasi kekurangan air bersih Gaza. Tetapi para analis mengatakan realisasinya masih bertahun-tahun lagi. (republika/admin)

%d blogger menyukai ini: