YERUSALEM – Israel telah   melarang   aktifitas   kelompok Islamic Relief charity mengakibatkan dirampasnya   hak   bantuan bulanan   terhadap   23.000 anak   yatim Palestina.

Wakil Ketua Islamic Movement di Israel, Shaikh Kamal Al-Khatib, mengatakan hari Senin (21/12/2015) bahwa Israel melarang   kelompok   Islamic Relief charity yang mengakibatkan telah dirampasnya   hak 23.000 anak   yatim dari pembayaran sponsor   bulanan   mereka, dilansir oleh Anadolu Agency.

“The Islamic Relief Charity   dijalankan oleh   Islamic   Movement,”, “digunakan untuk   membayar   sponsorship   bulanan   minimal $ 40   untuk   setiap   anak     yatim     yang   tersebar di seluruh wilayah   Tepi Barat, Yerusalem   dan   Jalur   Gaza.”, jelas   Shaikh Kamal   Al-Khatib.

Pemerintah Israel melarang Islamic Movement pada tanggal 16 November lalu. Setiap orang atau kelompok yang berasosiasi dengan kelompok itu secara resmi sekarang dikenakan hukuman pidana, termasuk penangkapan.

Pihak berwenang Israel telah menyita   property   milik   organisasi Islamic Movement dan rekening-rekening banknya dibekukan. Untuk diketahui, 17 organisasi   yang berafiliasi denganya, termasuk   Badan Amal, juga   ditutup.

Shaikh Kamal   Al-Khatib menjelaskan bahwa   sponsorship disumbangkan   oleh   warga Palestina. Dia   menyarankan   bahwa   solusi   untuk   permasalahan   ini   adalah   para umat Muslim   kaya   raya (aghniya) untuk   mengambil   alih   sponsorship pada   anak-anak   yatim dan   menunjukkan   bahwa   upaya   seperti   ini   perlu dilakukan, meskipun dapat dimengerti, kemudian   dia   tidak   memberikan   rincian lebih lanjut.

Badan   Amal   Islamic Relief   Palestina   didirikan   oleh  Islamic Movement   pada   tahun 1988   dan kegiatan   utamanya   adalah   mensponsori   anak-anak   yatim; Badan Amal ini tidak   memiliki hubungan   dengan Islamic Relief yang berbasis di Inggris atau   Islamic Relief yang ada di seluruh dunia. Badan Amal   ini   telah   ditutup   oleh   otoritas   Israel   beberapa kali.

“Israel berusaha   untuk   menindak   semua   proyek   yang   ada   di   balik   kegigihan perjuangan rakyat   Palestina,” tambah Al-Khatib. Dia   menekankan   bahwa   rekening-rekening Badan amal   ini   telah   dan   selalu   berada dalam pemantauan Israel.[Adin/Salamfm/IZ/PanjiMas]

%d blogger menyukai ini: