Para saksi mata mengatakan bahwa sebuah perluasan pemukiman baru untuk para pemukim pendatang Yahudi sedang berlangsung di pemukiman Yahudi “El Matan”, yang terletak di sebelah barat Deir Istiya,  wilayah utara Tepi Barat pada Rabu (06/09/2017) kemarin.

Para saksi mata menegaskan bahwa aktivitas pembangunan meningkat untuk rumah-rumah apartemen yang sedang berlangsung di permukiman Yahudi tersebut, di atas tanah Palestina Wadi Qana.

Para saksi mata mengingatkan bahwa pembuldoseran dan perluasan untuk permukiman Yahudi ini dilakukan ke arah Wadi Qana, jauh dari liputan media dan bahkan tanpa menghadirkan para pemilik tanah yang digusur dan dibuldoser.

Peneliti Palestina masalah permukiman Yahudi, Dr. Khaled Ma’ali mengatakan bahwa permukiman Yahudi “El Matan” didirikan pada tahun 2000 berupa permukiman-permukiman liar dekat kawasan perlindungan alam bernama “Nahal Kanah” di Wadi Qana. Otoritas Israel melarang pemilik tanah, yakni para petani Deir Istiya, untuk menggarap tanah mereka di kawasan tersebut, dengan dalih bahwa tanah tersebut adalah milik Otoritas Perlindungan Alam.

(Pusat Informasi Palestina)

%d blogger menyukai ini: