Komisi Kementerian Israel berencana membahas kembali perundang-undangan ‘larangan azan’.

Melansir Pusat Informasi Palestina, pembahasan larangan azan ini kembali mencuat atas permintaan dari pemerintah Netanyahu. Untuk itu kementerian bersiap untuk melakukan voting di Knesset pada sesi sidang pertama.

Langkah mempercepat pengundangan tersebut dilakukan sebagai tindakan balas dendam terhadap fraksi Arab Bersama yang memboikot pidato Wakil Presiden Amerika Mike Pence, di mana para anggota Knesset dari warga Arab membentangkan gambar al-Quds, masjid al-Aqsha dan gereja Kiamat.

Pemerintah Israel kembali dan mempercepat Rancangan Undang-Undang larangan azan dengan pengeras suara, di mana rencananya Komisi Kontitusi Parlemen akan melakukan sidang pada hari Rabu (31/01/2018) pekan depan.

Rancangan Undang-Undang larangan azan dengan konsep yang telah diubah ini memberlakukan pembatasan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid pada jam-jam siang. Rancangan Undang-Undang tersebut juga melarang azan dengan pengeras suara di jam-jam malam dan pagi.

(islampos.com)

%d blogger menyukai ini: