Warga Salfit Palestina dilaporkan berada dalam kondisi terancam bahaya. Sinyal bahaya datang pada Kamis (06/07/2017) kemarin setelah penjajah Israel memotong persediaan air yang mengalir ke kota.

Menurut sumber setempat, pasokan air ke Salfit telah dibatasi hingga 60 persen. Hal ini memaksa pemerintah daerah untuk mengendalikan distribusi dan konsumsi air yang biasa digunakan untuk minum, mencuci, memasak, dan mandi oleh warga sekitar.

Peneliti Khaled Maali mengatakan Otoritas Israel telah memindahkan persediaan air yang dicuri dari Palestina ke sekitar 25 pos penjagaan ilegal. Padahal, puluhan pos ini dibangun di atas tanah warga Salfit.

Dalam istilah Maali, langkah semacam itu membuat sebagian usaha Israel untuk mencekik rakyat Palestina di Salfit semakin kuat. Sehingga bisa memaksa warga setempat untuk lari dari daerah tersebut untuk mendukung perluasan pemukiman ilegal.

(Islampos.com)

%d blogger menyukai ini: