Sepertiga penduduk Yerusalem adalah rakyat Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel. Sayangnya, warga Palestina di Yerusalem kini kehilangan status kewarganegaraannya. Hal ini sebagaimana dilaporkan National Public Radio pada hari Ahad (07/01/2018) kemarin.

Kelompok Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa Israel telah mencabut surat-surat izin kewarganegaraan dari ribuan warga Palestina di Yerusalem.

Sebelumnya Lembaga Pemantau HAM telah menjelaskan bahwa pada Agustus 2017  Israel telah mencabut status tinggal setidaknya belasan ribu orang Palestina di Yerusalem Timur sejak Israel merebut wilayah tersebut dari Yordania pada tahun 1967.

Pernyataan tersebut dikutip Lembaga Pemantau HAM berdasarkan data yang diajukan oleh pengacara dan Kelompok HAM dari Kementerian Dalam Negeri Israel.

Setelah Israel merebut Yerusalem Timur, warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut tidak memiliki kewarganegaraan, akan tetapi menempatkan mereka pada status yang lebih rendah. Ditambah dengan pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

(islampos.com)