Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, otoritas Israel telah menyetujui pembangunan unit perumahan untuk pemukim ilegal Yahudi di kota Hebron, Palestina.

Israel berencana membangun 31 unit rumah di pemukiman ilegal Beit Romano di Kota Tua Hebron, di sebuah lokasi yang tadinya merupakan stasiun bis di Jalan Shuhada. Di samping itu, basis militer Israel dioperasikan di sebuah bangunan bekas sekolah Palestina, sebagaimana dilansir Aljazeera Senin (16/10/2017) yang lalu.

Jalan Shuhada merupakan arteri komersial utama Kota Tua, telah ditutup oleh tentara “Israel” sejak tahun 1994, memaksa banyak toko untuk tutup. Warga Palestina dilarang mengakses jalan tersebut.

Tayseer Abu Sneneh, walikota Hebron, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keputusan tersebut merupakan agresi terang-terangan atas properti kota Hebron.

Berbicara dari Hebron, reporter Al Jazeera mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, persetujuan mengenai pembangunan pemukiman illegal di Tepi Barat yang diduduki, diperkirakan mencapai hampir 4 ribu unit.

(arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: