Jakarta – Indonesi​a menolak dengan tegas adanya pengakuan Amerika Serikat terhadap Daratan Tinggi Golan sebagai bagian dari ‘Israel’. Pengakuan yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut dinilai tidak kondusif bagi upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya menegaskan bahwa Indonesia tetap mengakui Dataran tinggi Golan, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Suriah yang saat ini diduduki ‘Israel’ pasca perang 1967.

Kemlu RI menyatakan, posisi Indonesia ini berdasarkan pada prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai penghormatan atas kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara, serta berbagai elemen yang terkandung pada resolusi-resolusi Dewan Keamanan terkait Dataran Tinggi Golan.

Indonesia pun mendesak masyarakat internasional untuk terus menghormati hukum internasional dan piagam PBB serta tetap berpedoman kepada Resolusi PBB terkait dalam mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya diberitakan dunia bereaksi mengomentari cuitan Presiden Amerika, Donald Tramp yang menyerukan untuk mengakui sepenuhnya Kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan”.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan bahwa Turki tidak akan pernah melegitimasi pendudukan ‘Israel’ di Dataran Tinggi Golan. (hidayatullah/admin)