Jakarta – Gerakan halal Indonesia yang sudah menjadi gaya hidup sedang menjadi perhatian dunia. Meski demikian perkembangan Industri halal di Indonesia masih di bawah rata-rata negara lain.

Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch atau IHW, Ikhsan Abdullah, mengatakan alasan dunia menyoroti gerakan halal ini karena negara Indonesia merupakan negara terbesar berpenduduk Muslim di dunia.

Namun sayang, menurutnya perkembangan industri halal di Indonesia masih di bawah Malaysia dan Brunei Darussalam, dan di bawah negara-negara ASEAN bahkan di bawah Taiwan.

Dia mengatakan, karena industri halal di Indonesia di bawah rata-rata, maka harus didorong  untuk menyongsong era mandatory sertifikasi halal yang jatuh tempo mulai tanggal 17 Oktober pada 2019.

Bila jatuh tempo sertifikasi ini, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Jaminan Prodak Halal,  semua produk yang beredar di masyarakat menurut ketentuan undang-undang ini wajib disertifikasi halal. (republika/admin)