Den haag, Belanda – Pejabat Pengadilan Pidana Internasional atau ICC mengatakan bahwa orang-orang di balik tindakan brutal terhadap ratusan ribu Muslim Rohingya di Myanmar akan dimintai pertanggungjawaban. Hal ini diungkapkan setelah kunjungan pejabat ICC ke kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Kendati Myanmar bukan penandatangan pengadilan internasional, Pakiso Mococoko dari ICC mengatakan hal itu tidak menghalangi dilakukannya penyelidikan.

Delegasi ICC mengklarifikasi bahwa kunjungannya ke kamp-kamp Rohingya kali ini bukan dalam rangka penyelidikan atau investigasi. Namun untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan penilaian untuk dilakukan penyelidikan penuh.

Ia menyebut bahwa orang-orang yang bertanggung jawab, orang-orang yang memberi instruksi, orang-orang yang diperintahkan, orang-orang yang melakukan semua hal lain dan memfasilitasi pelaksanaan kejahatan ini, akan mempertanggungjawabkan tindakannya.

Kunjungan itu dilakukan setelah hakim ICC tahun lalu memutuskan bahwa pengadilan berhak untuk mengadili Myanmar, meskipun negara itu belum mendaftar ke ICC yang berbasis di Den Haag. (kiblat/admin)

%d blogger menyukai ini: