Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, telah memperingatkan Amerika Serikat yang berencana memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel.

Media Amerika Serikat pada Rabu (29/11/2017) sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Donald Trump berencana untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hamas menegaskan, langkah Amerika serikat tersebut akan memberi perlindungan kepada Israel untuk melanjutkan Judaisasi Yerusalem dan pengusiran orang-orang Palestina dari kota tersebut.

Hamas juga menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam untuk menghentikan keputusan Amerika Serikat tersebut.

(salam-online.com)