Gerakan Perlawanan Islam Hamas menuntut pemerintah Palestina yang dipimpin oleh Rami Hamdallah menghapus sanksi yang dialami Jalur Gaza atau mengundurkan diri. Hamas mengharapkan Pemerintah Palestina untuk melepaskan sanksi yang tidak adil terhadap rakyat Gaza.

Pada bulan Juni lalu, Otoritas Palestina menghentikan kontribusinya untuk mengoperasikan satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza. Selain itu, uang yang harus dibayar untuk aliran listrik dari Israel ke Jalur Gaza dinaikkan berlipat-lipat sehingga menyulitkan.

Otoritas Palestina juga telah mengambil tindakan lain terhadap Jalur Gaza, termasuk memotong gaji kepada sekitar 60 ribu pegawai pemerintah. Bahkan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memensiunkan dini sekitar 15 ribu pegawai.

Menanggapi pernyataan ini, juru bicara Otoritas Palestina menghimbau untuk mengakhiri semua perbedaan dalam rangka meringankan penderitaan warga Gaza.

(kiblat.net)