Kelompok Perlawanan Palestina Hamas, pada hari Rabu (10/01/2018) kemarin mengecam Nikolai Mladenov, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, karena menggambarkan aktivitas perlawanan Islam Palestina atau HAMAS sebagai “terorisme.”

Hamas menyatakan bahwa PBB tahu betul bahwa, menurut hukum internasional, teroris yang sebenarnya adalah pelaku pendudukan yang membunuh anak-anak, melanggar tempat-tempat suci dan melakukan pembantaian.

Hamas juga menegaskan bahwa perlawanan adalah hak sah warga yang berada di bawah penjajahan Israel. Perlawanan rakyat adalah reaksi terhadap penjajahan untuk mendapatkan hak-hak yang dicuri. Pernyataan Hamas ini sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Sebelumnya pada hari Rabu (10/01/2018), Mladenov  menyatakan via twitter bahwa apa yang dilakukan Hamas dalam peristiwa operasi Nablus adalah tindakan teroris.

Pada Selasa (09/01/2018) malam, seorang pemukim ilegal Yahudi ditembak mati oleh sekelompok orang bersenjata yang tidak dikenal di Tepi Barat yang diduduki penjajah Israel. Tak lama kemudian, Brigade Izzudin al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, memuji serangan tersebut.

(jurnalislam.com)