Muslimah – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, Tentunya Anda menyadari bahwa tujuan dibalik penciptaan jin dan manusia adalah semata-mata beribadah kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Tunduk dan patuh kepada aturan Alloh Ta’alaa berjalan di atas jalannya yang hanif dan haq.

Alloh berfirman,

Artinya, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Juga Alloh Ta’alaa berfirman,

Artinya, “Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama” (QS. Az-Zumar : 11)

Kemudian firman –Nya,

Artinya, “Karena itu, maka hendaklah Alloh saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur” (QS. Az-Zumar : 66)

Ajaran Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam syariat, memenuhi kewajiban yang sama dalam agamanya, dunianya dan akhiratnya.  Keduanya akan mendapatkan pahala atau hukuman sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Al-Quran menyebutkan orang-orang yang beruntung, akan memasuki Surga kenikmatan karena ketakwaan dan amal shalihnya. Hal ini ditegaskan oleh Alloh Ta’alaa dalam firman –Nya,

Artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”. (QS. An-Nisa : 124)

Kemudian dalam surat yang lain Alloh berfirman,

Artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl : 97)

Dengan demikian, tidak ada keraguan bahwa pada hari kiamat, laki-laki dan perempuan, keduanya akan dihisab, masing-masing akan mempertanggung jawabkan amal di dunia, diberikan ganjaran pahala atas ketaatannya atau diberikan hukuman atas maksiatnya kepada Alloh Ta’alaa.

Secara biologis laki-laki dan perempuan adalah dua jenis kelamin yang berbeda tetapi saling melengkapi. Anda mungkin bertanya, jika laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan yang sama, mengapa perlakuan yang serupa tidak ditemukan dalam hak-hak, kewajiban dan keutamaan-keutamaan lainnya?. Mengapa laki-laki dapat keluar untuk bekerja sedangkan wanita di anjurkan untuk tinggal di rumah?, Mengapa wanita mengenakan hijab, sementara laki-laki bebas?, Mengapa bagian warisan laki-laki lebih besar dari bagian warisan perempuan?, Mengapa laki-laki dapat menjadi pemimpin sedangkan wanita tidak?, dan seterusnya… dan seterusnya…

Pertama-tama Anda harus memperhatikan dan memahami etos kerja dalam Islam, bahwa laki-laki dan perempuan adalah dua jenis yang berbeda namun saling melengkapi. Berdasarkan fakta medis, bahwa laki-laki dan perempuan memiliki psikologis, psikis, fisik dan biologis yang berbeda. Alloh Ta’alaa menciptakan dan mengetahui perbedaan bilogis ini lebih baik dari pada kita, dan karenanya menetapkan peran laki-laki dan perempuan yang masing-masing memiliki kelebihan karena keadaan alamiahnya. Tidak satu pun dari keduanya lebih rendah atau lebih tinggi terhadap yang lainnya, sebaliknya mereka saling melengkapi.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat masyarakat terdiri dari berbagai macam orang, semuanya melakukan perannya masing-masing untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Petanidan dokter memberikan kontribusi yang berbeda kepada ummat, tetapi keduanya sama-sama penting. Masing-masing memiliki kelebihan dalam bidangnya dan masing-masing memberikan jasa kepada lainnya.

Hadits-hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam banyak berbicara tentang wanita dengan pujian dan penghargaan. Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam pernah bersabda,

Artinya, “Dunia dan seluruh isinya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah”. (HR.Muslim)

Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam juga bersabda:

Artinya, “Dijadikan kecintaan bagiku dari dunia wanita dan parfum, dan dijadikan penyejuk dalam pandanganku adalah shalat”.(HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

 Dalam hadits shohih lainnya Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka  ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” sambil Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam menggabungkan jari-jari jemari beliau”. (HR. Muslim)

Syariat yang telah Alloh Ta’alaa tetapkan untuk laki-laki dan perempuan mengandung maslahat, manfaat dan fawaaid yang begitu besar antara keduanya. Laki-laki dan perempuan saling membutuhkan dan melengkapi. Tetapi terkadang manusia tidak menyadarinya dan mensyukurinya. Dan tidaklah Alloh menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia.

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pembahasan kita pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat dan bisa mengambil pelajaran yang penting di dalamnya. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: