Menkumham Yasonna Laoly seperti dilansir medansatu.com, pada Selasa (26/05) kemarin, menyebut pemerintah merasa terbebani dengan menanggung biaya pengungsi Muslim Rohingya.

Namun menurut Gubernur Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Zaini Abdullah, Pemerintah Provinsi Aceh tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk menanggung 1800 pengungsi Muslim Rohingya dan Bangladesh. Sebab, selama ini para pengungsi dibiayai melalui pendanaan masyarakat.

Zaini Abdullah menegaskan hal ini usai menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di kantor Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (20/05), pekan lalu. Ia mengatakan uang yang terkumpul dari masyarakat dan berbagai lembaga swasta, jumlahnya mencapai hampir Rp 1 miliar. itu semua bukan dari APBD, akan tetapi semua itu dana untuk pengungsi yang berasal dari masyarakat. Sementara Turki, akan menambahkan 1 juta dolar AS dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan untuk Muslim Rohingya dan pengungsi Bengali yang terdampar di laut.

Pekan lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyerukan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk menerima pengungsi yang terdampar di Laut Andaman. Erdogan juga menegaskan bahwa Turki siap untuk mengambil tanggung jawab keuangan atas masalah ini.

[al-khad/salamfm/mus/salam-online/tribunnews]

%d blogger menyukai ini: