Salah seorang ahli politik Rusia Alexander Bratersky, seperti dimuat Syria Deeply, menurut perkiraan surat kabar bisnis Rusia RBC pada Selasa kemarin menuliskan, meskipun Rusia mampu mempertahankan dukungan militer untuk Basyar Assad, frustrasi telah tumbuh atas keterlibatan Moskow di Suriah. Ini mendorong Kremlin untuk menyatakan serangan perlu diselesaikan lebih cepat.

Meskipun demikian, langkah terakhir Rusia di Suriah memberikan sinyal bahwa Moskow mungkin akan mencari strategi keluar dari konflik. Pada Januari lalu, Vladimir Putin memerintahkan petinggi militer negara itu untuk mengurangi kehadiran militer Moskow di negara itu.

Rusia juga sangat terlibat dalam negosiasi politik di Jenewa dan Astana, dan mengubah musuh lama, seperti Turki, menjadi teman.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: