Fortify Rights, kelompok pembela hak asasi manusia berbasis di Bangkok, Thailand, mempublikasikan temuan kekejaman tentara Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Fortify Rights mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi dari desa Chut Pyin, Rathedaung, tentara Myanmar memenggal kepala anak-anak dan membakar hidup-hidup warga Rohingya.

Sekitar 200 pria, wanita, dan anak-anak Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar. Para tentara itu dilaporkan menahan sekelompok pria Rohingya, menggiring mereka ke sebuah gubuk bambu dan membakar mereka hidup-hidup. Hal ini sebagaimana dilansir oleh The Telegraph, Sabtu (02/09/2017) yang lalu

Abdul, salah seorang muslim Rohingya yang berhasil lolos mengatakan bahwa dirinya menemukan anggota keluarganya yang lain dalam sebuah lahan. Di jasad anggota keluarganya yang tewas itu ditemukan tanda bekas tembakan dan sayatan benda tajam. Dua keponakannya yang masih dibawah usia 10 tahun ditemukan tanpa kepala.

(islampos.com)

%d blogger menyukai ini: