Majelis Ulama Indonesia membolehkan pendistribusian daging kurban ke luar negeri. Hal itu berdasarkan Fatwa MUI Tahun 2019 tentang Pengawetan dan Pendistribusian Daging Kurban dalam Bentuk Olahan.

Selama ini, beberapa lembaga kemanusiaan memang telah mengirimkan daging kurban ke beberapa negara selain Indonesia. Di antaranya Aksi Cepat Tanggap atau ACT yang setiap Hari Raya Kurban menyalurkan kurban ke berbagai daerah baik di dalam maupun luar negeri.

Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis mengatakan, Dewan Syariah ACT juga sudah melakukan kajian tersebut sejak lama. “Terkait fatwa, Dewan Syariah ACT jauh-jauh hari sudah menyampaikan pendistribusian daging kurban bisa menjangkau lebih luas tidak hanya di sekitar lokasi penyembelihan saja. hal ini sebagaimana diungkapkan Azis kepada republika ahad kemarin.

Dengan adanya Fatwa MUI, kata dia, semakin menguatkan rekomendasi dari dewan syariah lembaga selama ini. Ia yakin, kajian yang dibuat MUI tersebut Tentu kajian sangat mendalam dan komprehensif.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, daging kurban yang disalurkan ACT ke luar negeri, hewannya diambil dari negara yang akan diadakan implementasi penyembelihan sekaligus pendistribusian. Dengan begitu tidak disembelih di Indonesia.

Sebelumnya, Lukman menuturkan, pendistribusian kurban ke mancanegara diprioritaskan kepada beragam negara yang memiliki krisis kemanusiaan. Terutama akibat bencana konflik atau perang, bencana alam, dan sebagainya. (Khazanah. Republika)

%d blogger menyukai ini: