Otoritas Fatah meminta warga Palestina untuk melakukan gerakan perlawanan atas Kota Al-Quds atau kota Yerusalem di tengah upaya Amerika Serikat untuk menjadikannya sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya di sana.

Fatah juga meminta masyarakat internasional untuk berupaya menggagalkan rencana Amerika Serikat tersebut. Hal ini seperti dikutip Middle East Monitor, Selasa (05/12/2017) kemarin.

Fatah mengatakan Al-Quds adalah gerbang perang dan perdamaian. Serangan terus menerus terhadap identitas Arabnya dianggap sebagai alarm perang.

Fatah berasumsi bahwa langkah Amerika untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel sebagai langkah yang sangat keliru.

Hal itu bisa memberikan ‘legitimasi politis dan legal’ atas pendudukan. Selain itu  memungkinkan Israel untuk mengendalikan situs suci tanpa pengawasan.

(kiblat.net)