Duta Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, memastikan bahwa putusan pengadilan Makkah yang menetapkan tidak adanya ganti rugi terhadap korban jatuhnya crane pada hatun 2015, tidak ada kaitan dengan komitmen Raja Salman Abdulaziz Al-Saud, yang telah mempersiapkan santunan bagi jamaah haji Indonesia yang menjadi korban jatuhnya crane di kompleks Masjidil Haram pada tahun 2015.

Menurut Agus Maftuh, pada hari Kamis (26/10/2017) kemarin, putusan pengadilan, pihak Crane Bin Laden Corp tidak berkewajiban membayar diyat atau ganti rugi berbeda dengan kompensasi yang sudah dipersiapkan oleh raja.

Ditegaskan Agus Maftuh, putusan pengadilan adalah masalah berbeda dengan skema Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan santunan kepada 36 jamaah haji Indonesia yang menjadi korban.

Sementara itu, terkait dengan uang santuan untuk korban yang terdiri dari 10 korban meninggal, satu korban cacat permanen, 19 luka berat dan enam orang luka ringan, hingga saat ini masih menunggu skema penyalurannya.

(eramuslim.com)

%d blogger menyukai ini: