Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam situs jejaring sosial Twitter mengancam menghentikan bantuan keuangan kepada Otoritas Palestina. Hal tersebut ia lakukan karena Palestina tidak percaya lagi terhadap isu perdamaian yang digulirkan Amerika.

Seperti diketahui, pemimpin Palestina telah memastikan bahwa Washington bukan lagi mediator yang jujur atau dapat diterima untuk perdamaian. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Trump mengumumkan pada 6 Desember 2017 lalu bahwa kota Al-Quds sebagai ibukota baru Israel. Sementara Amerika Serikat telah memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke kota suci itu.

Selain itu, Komite Sentral Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO, yang saat ini memimpin Palestina, akan membahas pembatalan Persetujuan Oslo dan penarikan pengakuan Negara Israel pada 14 dan 15 Januari mendatang. Hal ini sebagaimana dikatakan Penasihat presiden Palestina untuk urusan luar negeri dan hubungan internasional, Nabil Shaath.

Penarikan pengakuan terhadap Israel tersebut terjadi setelah parlemen Israel mengeluarkan sebuah rancangan undang-undang baru tentang Al-Quds.

(kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: