Sabtu, 19 Rabiul-Akhir 1437 H / 30 Januari 2016

JAKARTA) – Dirjen Pendidikan Islam dari Kemenag, Haji Kamaruddin Amin mengatakan, telah mendesak penerbit yang mengedarkan buku yang mencantumkan urutan Nabi Muhammad SAW bukan di urutan terakhir dan untuk berbenah. Kamaruddin meminta kepada Kemendikbud untuk menarik buku dari pasaran dan memusnahkannya.

Buku-buku tersebut dinilai tidak benar dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Apapun alasan dari kesalahan pencantuman tersebut tidak dapat ditoleransi.

Seperti diketahui bahwa telah beredar Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas 5 SD yang dinilai menyesatkan, berada di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Buku tersebut pada halaman 86 menyebutkan urutan Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam berada di urutan 13, sedangkan di urutan terakhir adalah Nabi Isa AS.

Kamaruddin pun menyayangkan penerbit yang tidak teliti terhadap produk buatannya. Jika buku tersebut buatan pemerintah, maka seharusnya dapat diawasi dengan ketat dan menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Kemendikbud sebagai penerbit.

Kemenag baru dapat melakukan tindakan setelah adanya masalah seperti ini. Karena mereka tidak bisa mengetahui produk tersebut sampai mereka dicetak dan diedarkan kepada masyarakat.

Kamaruddin berharap adanya kasus ini dapat memahamkan masyarakat bahwa buku dari penerbit swasta tidak dapat dipantau oleh Kemenag maupun Kemendikbud.

[Adin/Salamfm/Kiblat]]

%d blogger menyukai ini: