Dalam laporan terbarunya, Inspektorat Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan memperingatkan upaya Amerika Serikat mengirim tentara Afghan untuk berlatih di Amerika sedang menghadapi masalah besar.

Masalah besar yang berpotensi bisa merusak program militer ini semakin mengemuka dengan banyaknya kasus tentara Afghan yang “kabur” tidak lama setelah tiba di daratan Amerika.

Sekitar 13 persen tentara Afghan yang menjadi peserta latihan militer di Amerika Serikat dinyatakan hilang. Sebagian besarnya merupakan perwira yunior berpangkat letnan dua atau satu. Sebanyak 152 peserta latihan hilang, yaitu meninggalkan tugas tanpa ijin maupun pemberitahuan, tetapi bukan desersi. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya sebanyak 83 orang belum ditemukan.

Banyaknya kasus tentara yang hilang bisa berdampak menurunkan moral pasukan lainnya sesama peserta training, termasuk tentara nasional Afghan di dalam negeri Afghanistan.

(kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: