Duta Besar Amerika Serikat untuk Belanda, Pete Hoekstra akhirnya meminta maaf atas pernyataan hoax soal Muslim yang pernah disebutkannya pada tahun 2015.

Ungkapan kebohongan itu, mengenai Muslim di Eropa yang disebutnya menyebabkan kekacauan dan adanya politisi yang tewas karena umat muslim.

Pete Hoekstra terpaksa berbicara mengungkap kebohongannya setelah bungkam dua tahun lamanya. Awalnya dia mencoba menghindar menjawabnya. Akan tetapi Hoekstra terus dicecar hingga akhirnya mengaku pernah mengatakan berita bohong tersebut.

Para wartawan meminta Pete Hoekstra menyebutkan nama politisi Belanda yang dibakar imigran Muslim di Belanda. Hoekstra membuat komentar itu meskipun faktanya tidak ada dalam sejarah Belanda tentang politisi yang dibakar, dan tidak ada kawasan di negara itu yang dianggap zona terlarang.

(eramuslim.com)