Pihak berwenang Cina telah melarang para Muslimah di Xinjiang, wilayah Turkistan Timur mengenakan jilbab dan cadar. Selain itu, para pria juga dilarang menumbuhkan jenggot.

Harian Independent yang berbasis di Inggris, Kamis (29/03/2017) lalu, melaporkan bahwa Cina memberlakukan larangan itu sebagai sebuah kampanye untuk melawan ekstremisme agama.

Aturan baru yang akan diberlakukan Sabtu depan (08/04/2017) ini memungkinkan staf pemerintah yang bekerja di bandara, stasiun kereta api dan tempat umum lainnya untuk memaksa para Muslimah melepas penutup wajah dan badan mereka.

Pihak berwenang Cina juga melarang warga di wilayah tersebut untuk menamai anak-anak mereka dengan nama-nama Islam, karena sentimen keagamaan. Aturan juga memaksa warga untuk menaati aturan pemerintah daripada aturan agama. Selain itu, para Muslimah juga diharuskan untuk mengikuti program KB.

Pihak berwenang Cina juga terus melakukan tekanan terhadap etnis Muslim Uighur di wilayah Turkistan Timur sejak 2009. Tindak kekerasan berdarah mengakibatkan ratusan dari mereka tewas dan terluka.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: