Pemerintah Tajikistan dikabarkan segera mengusir dan memecat para imam masjid yang pernah belajar di luar negeri, surat kabar Darul Khalij melaporkan pada Selasa (07/11/2017) yang lalu.

Keputusan untuk memecat para imam masjid tersebut akan diberlakukan dalam jangka waktu dua minggu mendatang, dan sudah disiapkan pengganti untuk mereka. Keputusan tersebut diambil oleh pihak berwenang Tajikistan dengan alasan dalam rangka memerangi radikalisme.

Dari sejak tahun 2015 lalu, Tajikistan telah membangun sebuah yayasan khusus untuk ‘menggembleng’ para imam masjid. Dari sejak masa Uni Sovyet, Tajikistan memang telah memberlakukan pengawasan keamanan ketat di kawasan Asia Tengah untuk memerangi radikalisme agama. Untuk itu, kaum pria tidak berhak memanjangkan jenggot. Hijab wanita juga diserang secara habis-habisan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 20 orang imam masjid yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri telah diadili.

(islampos.com)