Menurut sejumlah sumber diplomat mengatakan bahwa Cina dan Rusia telah mem-veto sebuah proposal Dewan Keamanan PBB pada Jumat (17/3) lalu, yang berisi pernyataan keprihatinan atas situasi krisis yang berkembang di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Duta besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, menyampaikan kepada para wartawan bahwa akibat veto Rusia dan Cina, tidak ada konsensus yang disepakati terkait pernyataan tersebut. Anehnya, masing-masing perwakilan dua negara itu menolak memberikan alasan ketika dimintai keterangan.

Proposal pernyataan yang disusun Inggris itu di antaranya berisi “keprihatinan  atas insiden kekerasan terbaru di beberapa bagian wilayah Myanmar, dan menekankan pentingnya akses bagi bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah tersebut”.

Adanya sebuah kesepakatan pernyataan tentang ungkapan keprihatinan itu penting bagi Dewan Keamanan PBB karena akan menjadi landasan bagi aksi yang lebih jauh selanjutnya.

Namun langkah yang dilakukan oleh dua negara komunis Cina dan Rusia sebagai pemegang hak veto nampaknya menjadi sinyal bahwa isu Rohingya pada akhirnya harus dicoret dari agenda Dewan Keamanan.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: