Muslimah – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pakaian merupakan salah satu nikmat besar yang Alloh ‘Azza wa Jalla berikan kepada para hambaNya. Islam mengajarkan agar seorang muslimah berpakain islami dengan tuntunan yang telah Alloh dan RosulNya ajarkan.

Namun sayangnya sebagian muslimah khususnya di Indonesia saat ini, masih banyak yang berpakain akan tetapi tidak mengikuti ajaran yang telah ditetapkan oleh islam, masih banyak mereka yang membuka auratnya bahkan mereka bangga dengan pakaian yang sangat bertentangan dengan syariat islam tersebut. Padahal Alloh dan RosulNya telah sangat jelas memberikan ancaman bagi wanita  yang enggan menutup auratnya.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslimah yang merindukan akan kebahagiaan dunia dan akhirat, mengetahui adab dalam berpakaian. Diantara adab-adab berpakaian yang harus kita ketahui sebagai seorang muslimah.

Yang pertama adalah pakaian yang dikenakan harus menutup aurat.

Menutup aurat merupakan adab yang diperintahkan di dalam agama Islam. Bahkan, laki-laki dan perempuan dilarang melihat aurat antar sesama jenis, karena akan mengakibatkan sesuatu yang buruk. Syari’at Islam telah menutup setiap pintu yang dapat mengantarkan kepada kejelekan, termasuk dalam hal aurat.

Berkenaan dengan hal hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallohu ‘anhu bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Janganlah seorang laki-laki memandang kepada aurat laki-laki, dan jangan pula wanita memandang kepada aurat wanita, dan janganlah seorang laki-laki berselimut dengan laki-laki lain dalam satu kain, dan janganlah seorang wanita berselimut dengan wanita lainnya di dalam satu kain”. (HR. Muslim)

Kemudian adab yang kedua dalam berpakaianya itu harus tebal dan tidak tipis atau transparan, dapat menutupi dan tidak menampakkan apa yang ada di balik pakaian.

Dalam sebuah riwayat bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Ada dua jenis penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan cambuk tersebut untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok ketika berjalan, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti ini tidak akan masuk surge dan tidak akan mencium aroma surga. Sungguh aromanya telah dapat dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian”. (HR. Muslim)

Yaitu wanita yang memakai pakaian tipis dan transparan serta tidak menutupi aurat. Mereka disebut memakai pakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.

Seorang ulama yaitu Ibnu Abdil Bar Rohimahulloh, mengomentari hadits ini beliau mengatakan,

“Tidaklah wanita itu disifati dengan berpakaian akan tetapi telanjang yaitu pada saat bersamaan, melainkan apabila pakaian yang dia kenakan itu sempit atau tipis”.

Adab yang ketiga adalah pakaian longgar, tidak sempit dan tidak ketat.

Dari Usamah bin Zaid Rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata, “Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam memberiku pakaian Qubthiyyah yang tebal, pakaian tersebut adalah salah satu yang dihadiahkan oleh Dihyah al-Kalbi. Kemudian pakaian itu aku berikan kepada istriku. Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam kemudian bertanya kepada ku, “Kenapa engkau tidak memakai pakaian Qubthiyyah itu? “Aku menjawab, “Pakaian itu telah saya berikan kepada istri saya wahai Rosululloh”. Kemudian Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda, “Beritahu kepadanya agar melapisinya dengan pakaian dalam, karena saya khawatir pakaian itu menggambarkan lekuk tubuhnya”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Kemudian Adab yang keempat yaitu hendaknya kita menyembunyikan aurat yang tidak terlihat dari luar seperti rambut, leher, kedua lengan dan kedua betis kecuali kepada suaminya atau mahrom.

Selanjutnya adab yang kelima adalah tidak menyerupai pakaian lawan jenisnya, yaitu pakaian laki-laki diharamkan menyerupai pakaian wanita, dan pakaian wanita diharamkan menyerupai pakaian laki-laki.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma, ia berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Artinya, “Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki”. (HR. Bukhori)

Kemudian juga ada riwayat dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللهِ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبِسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ

Artinya, “Rosululloh melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Adab yang keenam berkaitan tentang pakaian muslimah yaitu tidak menyerupai pakaian orang kafir.

Menyerupai orang-orang kafir tentunya terlarang dalam Islam, baik bagi laki-laki maupun wanita, baik dalam hal ibadah, mu’amalah maupun yang lainnya, termasuk dalam hal busana pakaian. Hal ini bisa kita perhatikan dalam firman Alloh Ta’alaa,

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir sebagai teman dekat kalian dan meninggalkan orang-orang yang beriman. Apakah kalian hendak menjadikan alasan yang nyata bagi Alloh untuk menyiksa kalian?”. (QS. An-Nisa : 144)

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam telah mengingatkan kita untuk tidak bergaya hidup seperti orang-orang kafir, karena orang yang meniru sebuah kaum, maka ia termasuk ke dalam golongan kaum tersebut.

Dalam sebuah hadits Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari kaum tersebut”. (HR. Abu Dawud)

Dalam hadits yang lain dari ‘Abdulloh bin ‘Amr Rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam pernah melihatnya mengenakan dua baju yang berwarna kuning, maka beliau Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا

Artinya, “Ini adalah pakaian orang-orang kafir, maka janganlah engkau mengenakannya”. (HR. Muslim)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semuanya. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: