Diberitakan bahwa berlaku mulai bulan November 2017 ini, semua tempat makanan di Brunei Darussalam diwajibkan memiliki sertifikat halal bagi setiap produk yang dijual.

Semua pedagang diminta menerapkan Sertifikat Halal bagi tempat makanan atau Ijin Halal bagi setiap produk berdasarkan kesesuaian jenis bisnis yang dijalankan.

Hal itu diinformasikan Kementerian Agama Brunei pada Rabu (25/07/2017) kemarin dengan menekankan setiap individu yang melanggar dapat dikenakan hukuman denda maksimum sekitar Rp 78 juta atau penjara sampai dua tahun setelah perintah pelaksanaan diberlakukan.

Pihak Kementerian Agama  dalam sebuah pernyataan juga mengatakan, untuk tempat yang ingin menjual makanan haram untuk pelanggan non Muslim, maka pemiliknya harus terlebih dahulu mendapatkan surat pengecualian khusus dari Bagian Pengendalian Makanan Halal.

Peraturan terbaru juga mewajibkan pedagang memasang tanda pemberitahuan atau pengumuman di pintu masuk bahwa mereka menjual makanan tidak halal, dan melarang keras masuknya pelanggan Muslim menikmati hidangan di tempat tersebut.

(Hidayatullah.com)

%d blogger menyukai ini: