Junta militer dan ekstrimis Budha dilaporkan menggunakan cara baru dalam mengintimidasi Muslim Rohingya di Myanmar. Selain terus melakukan penghancuran desa-desa, kini warga Muslim diblokade di dalam desa-desa mereka dan dilarang melakukan aktivitas di luar ruangan.

Saat ini Muslim Rohingya dikurung di desa-desa mereka dan dicegah untuk mengakses makanan seperti bertani, memancing, berdagang ataupun bekerja. Hal ini sebagaimana dilaporkan kelompok HAM seperti dilansir Daily Sabah pada Kamis (08/02/2018) kemarin.

Larangan ini diberlakukan militer Myanmar disertai penjarahan ternak, penghancuran pasar, perampasan harta benda, penculikan wanita dan anak-anak perempuan. Sebagaimana dirilis Amnesti Internasional dalam laporan singkatnya.

Penasihat krisis senior di Amnesti Internasional mengatakan bahwa Pasukan keamanan Myanmar sedang membangun pola pelecehan yang mengakar untuk secara diam-diam mengusir sebanyak mungkin dari warga Rohingya yang tersisa.

Dari hasil wawancara dengan pengungsi yang baru tiba di Bangladesh, militer Myanmar diketahui sengaja memblokade akses makanan yang disertai penjarahan, dan penculikan dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

(eramuslim.com)