Anggota biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, pada Rabu (08/11/2017) yang lalu menegaskan bahwa Hamas konsisten untuk menerapkan rekonsiliasi Palestina dan ikut terlibat dalam pilpres mendatang. Dia mengungkapkan bahwa Hamas akan berpartisipasi dalam semua pemilu, termasuk pemilihan presiden.

Sebagaimana dilansir Suara Palestina, al-Hayya mengatakan bahwa sejak 10 tahun lalu Hamas telah mengajukan  inisiatif mengakhiri perpecahan dan menjalin kerja sama.

Terkait sidang di Kairo pada 21 November mendatang, Al-Hayya mengatakan bahwa dialog tersebut akan membahas isu-isu terkait Organisasi Pembebasan Palestine atau PLO dan pemilihan presiden, kebebasan publik, rekonsiliasi, penyatuan institusi dan berbagai isu sentral lainnya.

Hamas dan Fatah juga sepakat menyambut kedatangan delegasi dinas keamanan dari Ramallah ke Gaza untuk membahas isu keamanan di kawasan.

(arrahmah.com)