Manhaj – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, Iman kepada Malaikat merupakan salah satu landasan agama Islam.

Diriwayatkan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam ketika ditanya oleh Jibril `alaihissalam tentang iman, beliau menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Iman adalah Engkau beriman kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, hari akhir, dan beriman dengan takdir yang baik dan buruk. (HR. Bukhori dan Muslim)

Barang siapa yang ingkar dengan keberadaan malaikat, maka dia telah kafir, keluar dari Islam.

Mengenai hal ini Syaikh Sholih bin `Abdul `Aziz Alu Syaikh hafidzohulloh mengatakan: “Batas minimal iman kepada malaikat adalah keimanan bahwa Alloh Ta’ala menciptakan makhluk yang bernama malaikat. Mereka adalah hamba-hamba Alloh Ta’ala yang senantiasa taat kepada-Nya. Mereka merupakan makhluk yang diatur sehingga tidak berhak diibadahi sama sekali. Diantara mereka ada malaikat yang ditugasi untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi.”

Setelah itu, setiap kali bertambah ilmu seseorang tentang rincian hal tersebut yaitu tentang malaikat, wajib baginya mengimaninya. Dengan begitu, maka imannya akan bertambah. Alloh Azza wa Jalla berfirman,

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Dan Apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka yaitu orang-orang munafik ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan turannya surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. (QS. At-Taubah :124)

Syaikh Doktor Muhammad bin `Abdul Wahhab al-`Aqiil mengatakan, “Dalil-dalil dari al-Qur`an, as-Sunnah, dan ijma` atau kesepakatan kaum muslimin tentang malaikat menunjukkan hikmah diantaranya adalah:

Pertama; Malaikat merupakan salah satu makhluk di antara makhluk-makhluk ciptaan Alloh.

Kedua; Alloh Ta’ala menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana Alloh menciptakan jin dan manusia juga untuk beribadah kepada-Nya semata.

Ketiga; Mereka adalah makhluk yang hidup, berakal, dan dapat berbicara.

Keempat; Malaikat hidup di alam yang berbeda dengan alam jin dan manusia. Mereka hidup di alam yang mulia lagi suci, yang Alloh Ta’ala memilih tempat tersebut di dunia karena kedekatannya, dan untuk melaksanakan perintah-Nya, baik perintah yang yang bersifat kauniyyah, maupun syar`iyyah.

Alloh Azza wa Jalla  berfirman dalam surat al Anbiya ayat 26-29:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (26) لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (27) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ (28) وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَٰهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ (29)

“Dan Mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak’, Maha Suci Alloh. Sebenarnya malaikat-malaikat itu, adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Alloh mengetahui segala sesuatu yang di hadapan malaikat dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Alloh, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Barangsiapa di antara mereka, mengatakan: ‘Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Alloh’, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.”(QS. Al-Anbiya : 26-29)

Alloh Ta’ala menciptakan malaikat dari cahaya. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam hadits dari Ummul Mu`minin `Aisyah Rodhiyallohu ‘anha, dia mengatakan bahwasanya Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam  bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim)

Jumlah mereka yaitu para Malaikat sangat banyak. Hanya Alloh Ta’ala saja yang tahu berapa banyak jumlah mereka. Ketika Rosululloh  Shollallohu ‘alaihi wassalam melakukan Isro` Mi`roj, berkata Jibril ‘alaihissalam kepada beliau Shollallohu ‘alaihi wassalam : “Ini adalah Baitul Ma`mur. Setiap hari sholat di dalamnya 70 ribu malaikat. Jika mereka telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi…. ” (HR. Al Bukhori dan Muslim)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah betapa pentingnya beriman kepada yang ghoib seperti pembahasan kita pada kesempatan kali ini tentang beriman kepada Malaikat Alloh Azza wa Jalla. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: