Motivasi Islami –  Berbakti atau berbuat baik kepada kedua orang tua adalah pintu surga diantara pintu-pintu surga yang lainnya. dengan bakti kita kepada kedua orang tua, maka kita telah dijamin surga oleh Alloh selama kita berada di jalan tauhid.

Dari Abu Darda Rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda.

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah.jika mau, Kalian bisa sia-siakan pintu itu,atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Pembaca, Berkaitan dengan hadits ini, Al-Qadhi Baidhawi  berkata. Makna hadis, bahwa cara terbaik untuk masuk surga, dan sarana untuk mendapatkan derajat yang tinggi di surga adalah mentaati orang tua dan berusaha mendampinginya. Ada juga ulama yang mengatakan,‘Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tengah itu adalah dengan menjaga hak orang tua.

Berkaitan dengan bakti kepada kedua orang tua, ada sebuah riwayat yang terdapat di dalam shahih bukhori bahwa Suatu ketika Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘anhuma bertanya kepada seseorang. “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?.”

Orang itu menjawab,“Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Alloh,jika engkau melembutkan kata-kata untuknya,memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.”

SubhanAlloh, Dewasa ini sering kita saksikan banyak orang yang melakukan ritual-ritual ibadah yang menyimpang karena kebodohan mereka, dengan tujuan agar terhindar dari api neraka dan mendekatkan diri ke surga. Padahal kalau mereka tahu,sebenarnya alangkah dekatnya mereka dengan surga. Ya, Semua itu bisa mereka raih dengan berbakti kepada kedua orang tua .

Penting untuk kita renungkan bahwa  berbakti kepada kedua orang tua adalah sebab kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat. Maka selayaknya kita berusaha agar bisa meraih kebahagiaan itu selagi orang tua kita masih hidup.

Sungguh merugi jika kita mengetahui dekatnya surga dengan berbakti kepada kedua orang tua, tetapi kita malah melalaikannya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda.“Celaka, celaka, celaka!.”

Ada yang bertanya,”Siapa yang celaka wahai Rosululloh?.”

Beliau menjawab,“Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.”

Pembaca, marilah kita simak kisah penuh hikmah tentang pentingnya berbakti kepada orang tua.

 Salim bin Ayyub bercerita.“Aku pernah mengadakan perjalanan ke kota Ray, ketika itu usiaku dua puluh tahun. Di sana aku menghadiri suatu majelis dengan seorang syaikh yang sedang mengajar. Syaikh itu berkata kepadaku,‘Maju dan bacalah.’ Aku berusaha membacanya tetapi aku tidak bisa. Lidahku kelu.

Ia bertanya, ‘Apakah kamu punya ibu?.’

Aku menjawab,‘Ya.’

Syaikh berkata,‘Kalau begitu, mintalah ia supaya mendoakanmu agar Alloh menganugerahkanmu Al-Qur`anul-Karim dan ilmu.’

Lantas aku pulang menemui ibuku dan memintanya berdoa, Maka ia berdoa untukku.Setelah tumbuh dewasa, suatu ketika aku pergi ke Bagdad. Di sana aku belajar bahasa Arab dan fikih,kemudian aku kembali ke kota Ray.

Ketika di Kota ray, aku bertemu dengan Syaikh yang dahulu menasihatiku untuk meminta doa ibu. Syaikh itu sudah tidak mengenaliku dan terkagum-kagum dengan kemampuan hafalanku. kemudian ia bertanya bagaimana aku bisa menghafal dengan bagus?. maka aku mengulangi nasihatnya dulu.

Lihatlah Pembaca , betapa besar pengaruh doa seorang ibu tehadap anaknya. oleh karena itu, jangan sungkan untuk selalu minta doa dan restu orang tua. disamping bakti kita kepada mereka.

Semoga kita menjadi anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita. sehingga bisa memasuki pintu surga dengan leluasa. Aamiin…. (red/admin)

%d blogger menyukai ini: