Vaksinasi Measles Rubella untuk anak-anak usia 6 hingga 15 tahun yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI diminta untuk dihentikan sementara.

Demikian kata anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI Pusat, Brigjen Anton Tabah Digdoyo menanggapi pro kontra vaksinasi tersebut. Hal itu diungkapkannya dalam keterangan tertulis Ahad (20/08/2017) kemarin.

Menurutnya, untuk menentukan program vaksinasi nasional dibutuhkan tiga syarat yang wajib untuk dipenuhi. Pertama, penyebaran penyakit tersebut dalam keadaan darurat dan sudah meluas di Indonesia dengan ditandai adanya korban yang berjatuhan.

Kedua wajib disertifikasi kehalalannya oleh MUI Pusat dan ketiga harus diperkuat institusi terkait. Menurutnya, ketiga syarat itu sama sekali belum terpenuhi hingga saat ini.

Atas alasan itu, Anton menyarankan agar program vaksinasi Rubella dihentikan terlebih dahulu hingga ada kejelasan fungsi, kehalalan, dan wabah campak yang meluas di Indonesia yang memaksa keadaan darurat.

(Eramuslim.com)

%d blogger menyukai ini: