Hampir 17 juta orang mengalami kelaparan di Yaman yang dilanda perang, saat ummat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

PBB menggambarkan situasi di negara tersebut sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Pada saat yang sama, dilaporkan lebih dari dua juta anak menderita kekurangan gizi di negara tersebut, dan satu anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap 10 menit karena penyakit.

Selain itu, negara ini menghadapi wabah kolera dengan lebih dari 29 ribu orang terinfeksi.

Adapun Muslim di Yaman, selain ancaman bahaya penyakit dan kelaparan, juga menjalani Ramadhan ketiga mereka di bawah bayang-bayang perang.

Konflik meningkat setahun kemudian ketika Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye militer yang bertujuan untuk memerangi Houtsi dan mengembalikan kekuasaan kepada pemerintah pimpinan AbdRabbu Mansour Hadi.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: