Komisioner Pengungsi dan Repatriasi Pengungsi Bangladesh, Muhammad Abul Kalam mengumumkan bahwa mereka belum membuat persiapan yang diperlukan untuk mengirim kembali para pengungsi Rohingya.

Ia menambahkan bahwa pusat transit masih harus dibangun, dan pekerjaan tetap harus dilakukan dengan proses yang ketat, untuk menyetujui daftar orang-orang yang berhak dan bersedia kembali ke Myanmar.

Dia tidak memberikan tanggal yang telah direvisi untuk operasi tersebut, namun ia mengatakan bahwa dua lokasi di dekat perbatasan telah diidentifikasi untuk lokasi transit yang memungkinkan.

Kesepakatan repatriasi atau pemulangan mencakup sekitar 750.000 pengungsi yang telah melarikan diri sejak Oktober 2016, namun tidak termasuk 200.000 orang Rohingya yang tinggal di Bangladesh sebelumnya.

(arrahmah.com)