Pihak berwenang Bahrain berhasil membongkar jaringan teroris yang terkait dengan Iran. Jaringan ini dituduh terlibat dalam serangan bom terhadap polisi Februari lalu dan bersekongkol merencanakan pembunuhan terhadap para pejabat tinggi.

Menurut keterangan Departemen Dalam Negeri, jaringan tersebut beranggotakan 14 orang. Mereka bergerak berdasarkan arahan langsung dari dua warga Bahrain yang tinggal di Iran.

Enam anggota jaringan teroris ini pernah mengikuti latihan militer di kamp Pasukan Garda Revolusi Iran. Sementara lima lainnya dilatih Brigade Hizbullah Irak dan tiga sisanya dilatih di Bahrain.

Sejumlah senjata dan bom rakitan serta alat komunikasi disita juga ditemukan di tempat persembunyian para teroris ini.

Berdasarkan penyelidikan, jaringan ini didanai dan dikomando langsung oleh Murtadha Majid As-Sandy. Pria yang dikenal dengan nama Qasim Abdullah Ali itu merupakan pengikut Syiah warga Bahrain namun melarikan diri dan tinggal di Iran.

Para pemimpin spiritual Syiah diburu. Sebagian ditahan dan sebagian lainnya melarikan diri ke Iran. Sampai saat ini, sudah ribuan pengikut Syiah mendekam di penjara Beharain.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: