Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kecaman di media sosial setelah membagikan video yang memuat konten anti-Muslim. Tiga video yang di-retweet oleh Trump itu sebelumnya diposting oleh politikus anti-Muslim Inggris, Jayda Fransen.

Keputusan Trump untuk membagikan video tersebut dikecam keras oleh kelompok hak asasi manusia.

Dewan Muslim Inggris mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk menjauhkan diri dari Trump dan komentarnya. Sementara American Civil Liberties Union juga mengatakan bahwa prasangka Trump terhadap umat Islam menunjukkan jati dirinya di setiap kesempatan.

Tindakan diskriminatif Donald Trump terhadap Islam dan kaum Muslimin bukan kali pertama. Trump pernah menyuarakan pelarangan masuknya Muslim ke Amerika Serikat dan pengawasan yang ketat terhadap masjid di sebuah platform media sosial.

(kiblat.net)