Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong pemerintah untuk memotong gaji dana PNS Muslim untuk zakat, sehingga potensi zakat di Indonesia bisa tercapai. Potensi zakat Indonesia sendiri dalam setahun mencapai lebih dari Rp 200 triliun. namun pada 2017 lalu capaian zakat baru Rp 6 triliun.

Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor, berharap Presiden Joko Widodo memperkuat lagi kekuatan hukum Inpres tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, sehingga pengumpulan zakat dari PNS bisa menjadi lebih nyata.

Menurut  Zainulbahar, kenaikan zakat dari tahun ke tahun memang patut menjadi kebanggaan. Ia mengungkapkan, pada tahun 2017 capaian zakat kembali meningkat sebesar 20% dibandingkan tahun 2016. Melihat potensi zakat di Indonesia, Zainulbahar optimis bahwa peningkatan itu bisa jauh lebih besar.

Sementara, salah satu Pendiri Dompet Dhuafa, Eri Sudewo mengatakan bahwa kendala utama dalam pengelolaan potensi zakat di Indonesia adalah sedikitnya program-program unggulan. Selain itu, Eri menyayangkan masih banyak pihak yang lebih suka bicara daripada bekerja untuk mengelola zakat.

Menurutnya, program pengelolaan zakat saat ini juga kurang begitu mempunyai dampak yang luas, sehingga pengumpulan dana zakat pun menjadi terhambat. Karena itu, salah satu langkah untuk mengatasi hal itu adalah perlu pembinaan amil zakat yang profesional.

(republika.co.id)