Austria menambah daftar panjang negara yang melarang pemakaian cadar atau jenis pakaian penutup kepala hingga ke seluruh wajah, tubuh dan kaki, kecuali mata yang biasa dipakai para muslimah.

Para aktivis pada Ahad (01/10/2017) kemarin mengecam sebuah undang-undang yang melarang penggunaan cadar di Austria. Mereka menyebut undang-undang itu sebagai “kontraproduktif” dan “serangan terhadap kebebasan beragama”.

Dengan adanya undang-undang tersebut, maka mereka yang mengenakannya dapat dikenakan denda hingga 180 dolar Amerika Serikat. Pemerintah Austria mengklaim, undang-undang tersebut melindungi nilai-nilai Austria dan konsep masyarakat bebas.

Para Aktivis dan pakar Islam telah mengecam keberadaan undang-undang ini. Menurut mereka, undang-undang itu bersifat kontraproduktif dan memicu Islamofobia. Carla Amina Baghajati, sebagaimana dilansir dari al-Jazeera, seorang aktivis hak asasi manusia dan juru bicara Otoritas Islam Austria, mengatakan peraturan tersebut mengancam konsep masyarakat terbuka.

(salam-online.com)

%d blogger menyukai ini: