Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berharap Republik Indonesia turut berperan untuk menyukseskan program Makkah Route 2019. Hal ini disampaikan Wakil Dirjen Imigrasi Kerajaan Arab Saudi Kholid Al oteibi, saat bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Kantor Kementerian Agama, di Jakarta.

Pihaknya juga berharap sukses yang sama terulang di tahun 2019 ini.

Dalam pertemuan tersebut turut menyertai Kholid, Wakil Menteri Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi, Hussein Al Sharif beserta jajarannya. Tampak hadir mendampingi Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Nizar Ali dan jajarannya, perwakilan Ditjen Imigrasi, Kemenlu dan perwakilan kementerian atau lembaga terkait lainnya.

Makkah Route merupakan program yang diluncurkan oleh Pemerintah Arab Saudi dalam rangka memberikan kemudahan kepada calon jamaah haji.

Program Makkah Route meliputi layanan penerbitan visa, penyelesaian bea cukai, dan prosedur paspor, memastikan kepatuhan dengan persyaratan kesehatan, serta menyortir bagasi sesuai dengan transportasi dan pengaturan akomodasi selama di Arab Saudi.

Kebijakan ini bukan hanya mempermudah jamaah haji untuk melakukan proses kedatangan ke Arab Saudi, tetapi juga mempermudah jamaah untuk langsung menuju penginapan, setibanya di Arab Saudi tanpa waktu penantian yang panjang.

Khaled Al Aloteibi juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah Indonesia untuk menyiapkan jadwal keberangkatan yang jelas selama 24 jam, untuk memudahkan petugas Arab Saudi yang bekerja di Indonesia memonitor secara rinci.

Menanggapi hal tersebut, Menag menyampaikan kesiapannya untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Kemenlu, Imigrasi, maupun Angkasa Pura guna memfasilitasi tugas Pemerintah Arab Saudi.(Hidayatullah/Adin)