Pertanyaan :

Dari Udin, pak ustadz apa jodoh takdir kita bisa d rubah?

Jawaban :

Mengenai tentang takdir tak sedikit manusia yang tergelincir kepada pemahanam-pemahaman yang keliru, dan Ahlussunah wal Jama’ah adalah kelompok yang paling pertengahan dalam masalah ini.

Mengenai pertanyaan anda apakah jodoh  dan takdir bias berubah? Maka jodoh adalah bagian dari Takdir Alloh ‘Azza wa Jalla, Nabi Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَإِلَّا الدُّعَاءُ

Artinya, “Tidakada yang dapatmenolaktaqdiratauketentuan Allah ta’aalaselaindo’a”. (HR. At-Tirmidzi)

Mengenai permasalah ini Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin Rohimahulloh pernah ditanya, “Apakah doa memiliki pengaruh mengubah apa yang ditetapkan Alloh kepada manusia sebelum terjadi?”

Maka beliau menjawab, “Tidak diragukan lagi, bahwa doa memiliki pengaruh untuk mengubah apa yang telah ditetapkan Alloh. Akan tetapi, perubahan karena sebab doa itu pun sebenarnya telah ditetapkan Alloh sebelumnya. Jangan lah engkau mengira bahwa apabila engkau telah berdoa, berarti engkau memintas esuatu yang belum ditetapkan. Akan tetapi, doa yang engkau panjatkan itu  hakikatnya telah ditetapkan dan apa yang terjadi karena doa tersebut juga telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, terkadang kita menjumpai seseorang yang mendoakan kesembuhan untuk  orang sakit, kemudian sembuh. Dan juga kisah sekelompok sahabat yang diutus Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam singgah bertamu di suatu kaum, tetapi kaum tersebut tidak mau menjamu mereka. Kemudian Alloh  Ta’alaa menakdirkan seekor ular menyengat pemimpin mereka. Lalu mereka mencari orang yang bisa membaca Ruqyah kepadanya agar sembuh.

Kemudian para sahabat mengajukan persyaratan upah tertentu untuk membacakan doa kesembuhan atau ruqyah kepadanya. Kemudian kaum tersebut memberikan sekumpulan kambing, maka berangkatlah salah seorang dari sahabat untuk membacakan al-Fatihah untuknya.

Maka, hilanglah racun tersebut seperti unta terlepas dari ikatannya. Maka, bacaan ruqyah tersebut berpengaruh menyembuhkan orang yang sakit.

Dengan demikian, doa memiliki pengaruh, namun tidak mengubah ketetapan Alloh Ta’alaa. Akan tetapi kesembuhan tersebut telah tertulis dengan lantaran doa yang juga telah tertulis. Segala sesuatu terjadi karena ketentuan Alloh Ta’alaa, begitu juga segala sebab memiliki pengaruh terhadap akibat-nya dengan kehendak Alloh Ta’alaa. Semua sebab telah tertulis dan semua hal yang terjadi karena sebab itu juga telah tertulis”.

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah SALAM FM

%d blogger menyukai ini: