Pertanyaan :

Rudi, Apa boleh mewiridkan doa hijib dan puasa saat wiridnya ?

Jawaban :

Perlu di ketahui bersama bahwa kaidah yang sudah ditetapkan oleh para Ulama yaitu, “Asal ibadah adalah Haram, kecuali terdapat dalil yang memerintahkanya”.

Jadi jika ibadah itu telah di praktekan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam dan para Sahabatnya Rodiyallohu ‘anhum maka itulah amal sholih, karena Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam tidak mungkin beribadah tanpa petunjuk, semua yang beliau lakukan adalah berdasarkan wahyu dari Alloh ‘Azza wa Jalla.

Terkait doa Hijib dan puasa saat berwirid maka ia adalah puasa yang tidak pernah di kenal dalam Islam, dan tidak pernah di praktekan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam dan para Sahabatnya.

Dan banyak sekali prangkap syetan dalam bentuk ibadah-ibadah yang nampaknya baik di hadapan kita tetapi tidak baik di sisi Alloh Ta’alaa. Betapa banyak orang berpuasa yang tidak jelas dan setelah itu mereka kesurupan saat di bacakan Al-Quran.

Maka saran kami hendaknya kita berpuasa yang memang puasa tersebut sudah diajarkan oleh Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam, seperti puasa hari Senin dan Kamis, puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak, puasa Tiga hari setiap bulan dan lainnya yang telah di jelaskan oleh Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam. Demikian pula wirid-wirid yang kita baca hendaknya sesuai dengan dzikir-dzikir yang telah dicontohkan oleh Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam. Jangan mengamalkan wirid-wirid yang bukan dari Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam. Wallohu ‘alam…

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah SALAM FM

%d blogger menyukai ini: